Asi VS Susu Formula

Banyak ahli mengatakan, bahwa kandungan susu formula tidak dapat menggantikan kandungan yang ada dalam ASI (air susu ibu). Asi adalah yang terbaik, kualitas gizi susu formula walupun baik tidak dapat dibandingkan dengan susu ibu yang memberikan antibody untuk menjaga bayi terhadap infeksi dan penyakit. Sehingga tidaklah berlebihan, jika dalam waktu dekat Pemerintah RI melalui kementerian kesehatan akan melarang iklan susu formula di indonesia dan menggencarkan kampanya ASI.Sementara di Negara-negar Eropa, Iran, India sudah lebih dulu. Bahkan di Iran, masyarakat bisa membeli susu formula hanya dengan resep dokter, tidak dijual bebas dan pada kaleng kemasan susu tidak boleh melakukan promosi.

Dan yang lebih akan mengejutkan para orang tua yang memiliki bayi yang sedang (telah) memberinya susu formula ketika mendengar informasi hasil penelitian di Inggris bahwa susu formula dinyatakan memiliki sejumlah efek negatif. Ditemukannya zat berbahaya yang dapat menempatkan bayi pada resiko kesehatan terburuk yang dikandung susu formula.

Dari 16 sampel susu formula merek ternama untuk anak di bawah satu tahun yang beredar di Inggris tim peneliti dari Universitas Keele, Staffordshire, menemukan adanya jejak logam yang melebihi ambang batas aman. Kandungan logam alumunim sebanyak 40 kali lebih banyak dari ASI. Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal BMC Pediatrics ini menjelaskan bahkan dalam salah satu produk susu untuk bayi prematur memiliki kandungan logam alumunium mencapai 800 mikrogram per liter. Jauh di atas aturan kesehatan yang dirujuk di Negara-negara Eropa yang tidak boleh lebih dari 200 mikrogram per liter.

Menurut, Dr Chris Exley, ahli pada Universitas Keele dalam sebuah wawancara dengan radio BBC, bahwa dalam otak seorang yang mengidap penyakit Alzheirmer terkandung banyak logam alumunium. Seperti yang ditulis pada Daily Mail, Exley sebagai pimpinan peneliti tersebut mengakui telah menelitikan kandungan alumunium  dalam susu formula selama bertahun-tahun dan berpotensi membahayakan anak. Alumunium yang masuk ke dalam tubuh, lanjutnya tidak memiliki efek langsung pada anak yang meminumnya, tapi asupan alumunium ini berhubungan dengan penyakit cacat tulang dikemudian hari.

Namun, di Indonesia belum ada laporan mengenai hal ini. Memang, jika berbicara tentang kenyamanan bagi si ibu, susu formula memiliki kelebihan, yakni seorang ibu tidak perlu repot dan kebingungan ketika bekerja di kantor. Namun, apakah kenyamanan lebih utama daripada kesehatan anak?

Sumber: Koran Anak Spesial

Pos ini dipublikasikan di Keluarga, Kesehatan dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s