Tipe-Tipe dari Cerebral Palsy


CP (Cerebral Palsy) dibagi menjadi 4 kelompok:

Tipe Spastik (50% dari semua kasus CP), otot-otot menjadi kaku dan lemah.
Kekakuan yang terjadi bisa berupa:

  • Kuadriplegia (kedua lengan dan kedua tungkai).
  • Diplegia (kedua tungkai).
  • Hemiplegia (lengan dan tungkai pada satu sisi tubuh).

Tipe Diskinetik (Koreoatetoid, 20% dari semua kasus CP), otot lengan, tungkai dan badan secara spontan bergerak perlahan, menggeliat dan tak terkendali; tetapi bisa juga timbul gerakan yang kasar dan mengejang. Luapan emosi menyebabkan keadaan semakin memburuk, gerakan akan menghilang jika anak tidur.

Tipe Ataksik, (10% dari semua kasus CP), terdiri dari tremor, langkah yang goyah dengan kedua tungkai terpisah jauh, gangguan koordinasi dan gerakan abnormal.

Tipe Campuran (20% dari semua kasus CP), merupakan gabungan dari 2 jenis diatas, yang sering ditemukan adalah gabungan dari tipe spastik dan koreoatetoid.

Gejala lain yang juga bisa ditemukan pada CP:

  • Kecerdasan di bawah normal.
  • Keterbelakangan mental.
  • Kejang/epilepsi (terutama pada tipe spastik).
  • Gangguan menghisap atau makan.
  • Pernafasan yang tidak teratur.
  • Gangguan perkembangan kemampuan motorik (misalnya menggapai sesuatu,  duduk, berguling, merangkak, berjalan).
  • Gangguan berbicara (disartria).
  • Gangguan penglihatan.
  • Gangguan pendengaran.
  • Kontraktur persendian.
  • Gerakan menjadi terbatas.
Pos ini dipublikasikan di Keluarga, Kesehatan dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s