<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indahnya Bersabar</title>
	<atom:link href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com</link>
	<description>Anakku, ayo kamu pasti bisa......</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 Feb 2012 10:09:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='indahnyabersabar.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indahnya Bersabar</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/osd.xml" title="Indahnya Bersabar" />
	<atom:link rel='hub' href='http://indahnyabersabar.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Tawadhu’</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/24/tawadhu%e2%80%99/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/24/tawadhu%e2%80%99/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Sep 2011 03:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[merendahkan diri]]></category>
		<category><![CDATA[sifat terpuji]]></category>
		<category><![CDATA[sombong]]></category>
		<category><![CDATA[takabbur]]></category>
		<category><![CDATA[Tawadhu’]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahkah kita memilikinya? Merendahkan diri (tawadhu’) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/24/tawadhu%e2%80%99/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=470&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sikap merendah tanpa menghinakan diri- merupakan sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan seluruh makhluk-Nya. Sudahkah kita memilikinya?</p>
<p style="text-align:justify;">Merendahkan diri (<em>tawadhu’</em>) adalah sifat yang sangat terpuji di hadapan Allah dan juga di hadapan seluruh makhluk-Nya. Setiap orang mencintai sifat ini sebagaimana Allah dan Rasul-Nya mencintainya. Sifat terpuji ini mencakup dan mengandung banyak sifat terpuji lainnya.<span id="more-470"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Tawadhu’ </em>adalah ketundukan kepada kebenaran dan menerimanya dari siapapun datangnya baik ketika suka atau dalam keadaan marah. Artinya, janganlah kamu memandang dirimu berada di atas semua orang. Atau engkau menganggap semua orang membutuhkan dirimu.</p>
<p style="text-align:justify;">Lawan dari sifat <em>tawadhu’ </em>adalah <em>takabbur </em>(sombong), sifat yang sangat dibenci Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah mendefinisikan sombong dengan sabdanya:<br />
“<em>Kesombongan adalah menolak kebenaran dan menganggap remeh orang lain.</em>” (<strong>Shahih</strong>, <strong>HR. Muslim </strong>no. 91 dari hadits Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyallahu ‘anhu</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Jika anda mengangkat kepala di hadapan kebenaran baik dalam rangka menolaknya, atau mengingkarinya berarti anda belum tawadhu’ dan anda memiliki benih sifat sombong.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahukah anda apa yang diperbuat Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> terhadap Iblis yang terkutuk? Dan apa yang diperbuat Allah kepada Fir’aun dan tentara-tentaranya? Kepada Qarun dengan semua anak buah dan hartanya? Dan kepada seluruh penentang para Rasul Allah? Mereka semua dibinasakan Allah <em>subhanahu wa ta’ala </em>karena tidak memiliki sikap <em>tawadhu’ </em>dan sebaliknya justru menyombongkan dirinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Tawadhu’ di Hadapan Kebenaran</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Menerima dan tunduk di hadapan kebenaran sebagai perwujudan <em>tawadhu’ </em>adalah sifat terpuji yang akan mengangkat derajat seseorang bahkan mengangkat derajat suatu kaum dan akan menyelamatkan mereka di dunia dan akhirat. Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> berfirman:<br />
“<em>Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa.</em>” <strong>(Al-Qashash: 83)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Fudhail bin Iyadh <em>rahimahullahu</em> (seorang ulama generasi tabiin) ditanya tentang tawadhu’, beliau menjawab: “Ketundukan kepada kebenaran dan memasrahkan diri kepadanya serta menerima dari siapapun yang mengucapkannya.” (<strong>Madarijus Salikin</strong>, 2/329). Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:<br />
“<em>Tidak akan berkurang harta yang dishadaqahkan dan Allah tidak akan menambah bagi seorang hamba yang pemaaf melainkan kemuliaan dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah melainkan akan Allah angkat derajatnya</em>.” (<strong>Shahih</strong>,<strong> HR.</strong> <strong>Muslim </strong>no. 556 dari shahabat Abu Hurairah <strong>radhiyallahu ‘anhu</strong>)</p>
<p style="text-align:justify;">Ibnul Qayyim <em>rahimahullahu</em> dalam kitab <strong>Madarijus Salikin </strong>(2/333) berkata: “Barangsiapa yang angkuh untuk tunduk kepada kebenaran walaupun datang dari anak kecil atau orang yang dimarahinya atau yang dimusuhinya maka kesombongan orang tersebut hanyalah kesombongan kepada Allah karena Allah adalah Al-Haq, ucapannya haq, agamanya haq. Al-Haq datangnya dari Allah dan kepada-Nya akan kembali. Barangsiapa menyombongkan diri untuk menerima kebenaran berarti dia menolak segala yang datang dari Allah dan menyombongkan diri di hadapan-Nya.”</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Perintah untuk Tawadhu’</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam pembahasan masalah akhlak, kita selalu terkait dan bersandar kepada firman Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em>:<br />
“<em>Sungguh telah ada bagi kalian pada diri Rasul teladan yang baik.” </em><strong>(Al-Ahzab: 21)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hal ini banyak ayat yang memerintahkan kepada beliau untuk tawadhu’, tentu juga perintah tersebut untuk umatnya dalam rangka meneladani beliau. Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> berfirman:<br />
“<em>Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu yaitu orang-orang yang beriman</em>.” (<strong>Asy-Syu’ara: 215</strong>).<br />
Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:<br />
“<em>Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri sehingga seseorang tidak menyombongkan diri atas yang lain dan tidak berbuat zhalim atas yang lain.</em>” (<strong>Shahih</strong>,<strong> HR Muslim</strong> no. 2588).</p>
<p style="text-align:justify;">Demikianlah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>mengingatkan kepada kita bahwa<em> tawadhu’ </em>itu sebagai sebab tersebarnya persatuan dan persamaan derajat, keadilan dan kebaikan di tengah-tengah manusia sebagaimana sifat sombong akan melahirkan keangkuhan yang mengakibatkan memperlakukan orang lain dengan kesombongan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Macam-macam Tawadhu’</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Telah dibahas oleh para ulama sifat<em> tawadhu’ </em>ini dalam karya-karya mereka, baik dalam bentuk penggabungan dengan pembahasan yang lain atau menyendirikan pembahasannya. Di antara mereka ada yang membagi <em>tawadhu’ </em>menjadi dua:<br />
1. <em>Tawadhu’</em> yang terpuji yaitu ke-<em>tawadhu’</em>-an seseorang kepada Allah dan tidak mengangkat diri di hadapan hamba-hamba Allah.<br />
2. <em>Tawadhu’ </em>yang dibenci yaitu <em>tawadhu’</em>-nya seseorang kepada pemilik dunia karena menginginkan dunia yang ada di sisinya. (<strong>Bahjatun Nazhirin</strong>, 1/657).</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallahu a’lam. </em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi</em></p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=107</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=470&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/24/tawadhu%e2%80%99/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ASI Pencegah Alergi pada Bayi</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/23/asi-pencegah-alergi-pada-bayi/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/23/asi-pencegah-alergi-pada-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Sep 2011 06:54:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[alergi]]></category>
		<category><![CDATA[allergen]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>
		<category><![CDATA[dermatitis atopic]]></category>
		<category><![CDATA[eksem]]></category>
		<category><![CDATA[ekstrak]]></category>
		<category><![CDATA[entitas]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[OTC]]></category>
		<category><![CDATA[susu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=466</guid>
		<description><![CDATA[Alergi kulit pada anak lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan eksem (dermatitis atopic). Rasanya nyeri bila terkena keringat. Anak jadi rewel. Pada akhirnya orangtua menjadi repot. Banyak faktor penyebab timbulnya alergi ini. Di antaranya karena asap rokok. Jadi, bila Anda &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/23/asi-pencegah-alergi-pada-bayi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=466&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Alergi kulit pada anak lebih dikenal oleh masyarakat dengan sebutan eksem (dermatitis atopic). Rasanya nyeri bila terkena keringat. Anak jadi rewel. Pada akhirnya orangtua menjadi repot. Banyak faktor penyebab timbulnya alergi ini. Di antaranya karena asap rokok. Jadi, bila Anda sayang anak, hentikan merokok.<span id="more-466"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Faktor genetik merupakan pemicu utama terjadinya alergi ini. Dan, kondisi terjadinya penyakit ini harus ditunjang faktor lain, yaitu lingkungan, maupun gaya hidup orangtua si anak. Misal, si ibu enggan memberikan Air Susu Ibu (ASI), dengan alasan sibuk bekerja, atau takut payudaranya cepat kendor. Pemberian ASI sangat penting. Kesehatan anak lebih utama. Dengan ASI, anak kelak akan menjadi generasi berkualitas yang berguna bagi nusa dan bangsa.</p>
<p style="text-align:justify;">Faktor lain yang dapat menimbulkan alergi kulit pada anak adalah asap rokok. Untuk itulah, bagi perokok, jangan sampai memenuhi ruangan dengan asap rokok bila terdapat anak-anak. Sebab kulit anak masih sangat rentan dengan sesuatu yang ada di luar tubuhnya, seperti asap rokok maupun asap polusi lainnya. Makanan juga bisa dianggap sebagai pemicu terjadinya eksem pada anak.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Makanan Pemicu Alergi</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Golongan makanan yang dapat menimbulkan alergi, antara lain susu sapi, susu kambing, telur, ikan laut, kacang hijau, kacanag kedelai, dan gandum. Komoditas makanan ini mengandung zat yang mendatangkan alergi dalam kadar yang berbeda.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya, kacang kedelai, karena kadar alergi yang ditimbulkannya rendah, masih bisa dipakai untuk menggantikan susu sapi. Bila, si anak alergi terhadap ikan laut, maka diganti dengan mengonsumsi ikan tawar. Dan, bila si anak alergi gandum, maka diganti dengan nasi. Sebagai orangtua, harus pandai menyiasati menu asupan gizi anak, jangan sampai ada yang kurang hanya karena alergi terhadap beberapa jenis makanan.</p>
<p style="text-align:justify;">Alergi ini biasanya akan berakhir setelah si anak beranjak remaja. Jadi, perlu diperhatikan jenis makanan yang membuat si anak terkena alergi. Jauhi mereka dari makanan tersebut hingga anak beranjak remaja.</p>
<p style="text-align:justify;">Perjalanan alergi itu sendiri cukup panjang. Mulai dari allergy march, saat anak berusia 2-3 tahun, alergi terhadap makanan bayi. Kemudian, bisa berlanjut dengan alergi kulit ataukah asma. Sewaktu penyakit asma hilang, akan muncul alergi hidung, dan yang lainnya, sampai si anak dewasa. Untuk menghindari berkelanjutannya berbagai penyakit pada si anak, sedini mungkin perlu diputus mata rantainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Caranya, obat paling ampuh dan paling mudah adalah dengan memberikan ASI. Tidak ada alternatif lain. Dan, ini diberikan sampai anak berusia enam bulan. Dalam ASI, terdapat sejumlah zat yang sangat berguna bagi pertumbuhan anak. Zat tersebut adalah protein hipoalergenik yang melindungi bayi dari ancaman alergi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tindakan preventif agar anak jauh dari alergi, maka sebaiknya si ibu mengonsumsi obat probiotik pada trismester terakhir saat hamil. Fungsi obat ini adalah untuk merangsang sel-sel kekebalan untuk membentuk antibodi dari alergi. Tidak semua jenis obat dapat diminum bebas.</p>
<p style="text-align:justify;">Obat daftar G adalah obat keras dengan kode huruf K lingkaran merah. Obat bebas diperjualbelikan terdapat lingkaran hijau. Sedangkan untuk jenis obat bebas terbatas ditandai dengan lingkaran warna biru. Yang berkode OTC-over the counter- merupakan obat warung. Dan yang bertanda huruf P hanya untuk pemakaian bagian luar (tidak untuk ditelan). Terakhir, yang masuk daftar O, merupakan jenis obat yang sangat diawasi peredarannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengetahui bahwa anak terkena alergi atau tidak, perlu pemeriksaan immunoglobulin E (IgE) yang terdapat dalam darah. Unsur ini merupakan antibodi yang berperan pada reaksi alergi. Cara lain, melalui tes kulit, yaitu memasukkan ekstrak allergen ke kulit.</p>
<p style="text-align:justify;">Seperti sudah disebutkan, faktor lingkungan sangat dominan bagi munculnya alergi ini. Jadi, bukan hanya unsur (entitas) manusianya saja. Contoh lingkungan sangat dominan, adalah bila di rumah memakai karpet, lalu bulu kucing dan anjing, ataupun sisa makanan dan jamur. Unsur-unsur inilah yang menimbulkan alergi pada anak.</p>
<p style="text-align:justify;">Alergi sangat rentan terhadap debu yang mengendap di karpet. Begitu pula dengan bulu kucing dan anjing. Dianjurkan agar tidak memakai karpet di semua ruangan rumah Anda. Kalau sudah teledor, maka harus berobat. Si anak dapat diberikan imunoterapi, yakni serangkaian suntikan alergi yang mengandung allergen khusus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Koran Tempo 28 Mei 2009</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/466/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/466/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=466&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/23/asi-pencegah-alergi-pada-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>????</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/13/463/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/13/463/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Sep 2011 13:06:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=463</guid>
		<description><![CDATA[Bingung mau ngapain&#8230;&#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=463&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bingung mau ngapain&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/463/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/463/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=463&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/09/13/463/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Agar Tidur Anak Nyaman</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/07/04/agar-tidur-anak-nyaman/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/07/04/agar-tidur-anak-nyaman/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jul 2011 12:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[berdoa]]></category>
		<category><![CDATA[disiplin]]></category>
		<category><![CDATA[dongeng]]></category>
		<category><![CDATA[ritual]]></category>
		<category><![CDATA[tidur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=460</guid>
		<description><![CDATA[Untuk mendisiplinkan waktu tidur anak, tidak harus selalu memberinya jadwal yang ketat. Menciptakan kebiasaan tidur yang baik juga dapat diupayakan untuk membiasakan anak tidur teratur. Hal-hal berikut bisa Anda lakukan agar anak bisa tidur dengan nyaman. 1. Berganti pakaian. Memakai &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/07/04/agar-tidur-anak-nyaman/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=460&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Untuk mendisiplinkan waktu tidur anak, tidak harus selalu memberinya jadwal yang ketat. Menciptakan kebiasaan tidur yang baik juga dapat diupayakan untuk membiasakan anak tidur teratur. Hal-hal berikut bisa Anda lakukan agar anak bisa tidur dengan nyaman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1. Berganti pakaian. </strong>Memakai piyama atau baju tidur yang nyaman akan menciptakan persepsi, sudah waktunya tidur. Usahakan baju yang dikenakan saat tidur berbeda dengan yang digunakan sehari-hari.<span id="more-460"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2. Ritual bersihkan badan. </strong>Selain baik bagi kesehatan, mencuci muka dan kaki sebelum tidur juga baik untuk menyiapkan anak segera tidur dengan nyaman dan bersih.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>3. Menggosok gigi. </strong>Kebiasaan ini tentu sangat baik dilakukan sebelum tidur, selain juga dapat menurunkan risiko terbentuknya plak gigi.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>4. Berdoa sebelum tidur. </strong>Selain untuk membiasakan diri beribadah, berdoa dapat menambah rasa aman dan tenang sebelum tidur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>5. Membacakan dongeng. </strong>Buku cerita atau dongeng yang bernilai moral baik dapat memberi pengaruh baik pada perilaku anak. Namun, jika setelah didongengi anak belum juga tidur, jangan tunggui sampai ia tidur.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>6. Siapkan keperluan sekolah. </strong>Anak tak perlu bangun terlalu pagi dan terburu-buru sarapan atau ke sekolah bila keperluannya sudah disiapkan semalam sebelum tidur.</p>
<p style="text-align:justify;">[Kompas.com]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/460/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/460/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=460&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/07/04/agar-tidur-anak-nyaman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Bahasa Pada Bayi</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/27/perkembangan-bahasa-pada-bayi/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/27/perkembangan-bahasa-pada-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Apr 2011 06:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[autisma]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[diagnosis]]></category>
		<category><![CDATA[Gen]]></category>
		<category><![CDATA[Kelainan Neurologis]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[motorik]]></category>
		<category><![CDATA[nada suara]]></category>
		<category><![CDATA[organ]]></category>
		<category><![CDATA[pemeriksaan]]></category>
		<category><![CDATA[refleks]]></category>
		<category><![CDATA[stimulasi]]></category>
		<category><![CDATA[Terapi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=456</guid>
		<description><![CDATA[Fungsi berbahasa merupakan proses paling kompleks di antara seluruh fase perkembangan. Fungsi berbahasa bersama fungsi perkembangan pemecahan masalah visuo-motor merupakan indikator yang paling baik dari ada tidaknya gangguan perkembangan intelek. Gabungan kedua fungsi perkembangan ini akan menjadi fungsi perkembangan sosial. &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/27/perkembangan-bahasa-pada-bayi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=456&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Fungsi berbahasa merupakan proses paling kompleks di antara seluruh fase perkembangan. Fungsi berbahasa bersama fungsi perkembangan pemecahan masalah visuo-motor merupakan indikator yang paling baik dari ada tidaknya gangguan perkembangan intelek. Gabungan kedua fungsi perkembangan ini akan menjadi fungsi perkembangan sosial. Perkembangan bahasa memerlukan fungsi reseptif dan ekspresif. Fungsi reseptif adalah kemampuan anak untuk mengenal dan bereaksi terhadap seseorang, terhadap kejadian lingkungan sekitarnya, mengerti maksud mimik dan nada suara dan akhirnya mengerti kata-kata. Fungsi ekspresif adalah kemampuan anak mengutarakan pikirannya, dimulai dari komunikasi preverbal (sebelum anak dapat berbicara), komunikasi dengan ekpresi wajah, gerakan tubuh, dan akhirnya dengan menggunakan kata-kata atau komunikasi verbal.<span id="more-456"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fungsi berbahasa pada bayi baru lahir </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Fungsi reseptif terlihat dengan adanya reaksi terhadap suara. Hal ini pada mulanya bersifat refleks. Kemudian ia memperlihatkan respons motorik berupa terdiam kalau mendengar suara, mengedip, atau seperti gerak terkejut. Fungsi ekspresif muncul berupa mengeluarkan suara tenggorok misalnya bertahak, batuk dan menangis. Fungsi suara tenggorok berangsur menghilang umur 2 bulan, digantikan dengan suara “ooo-ooo”. Senyum sosial telah dapat dilihat pada umur 5 minggu dengan berbicara atau mengelus pipinya. Senyum simetris, tidak seperti senyum asimetris yang dapat terlihat pada saat anak buang air besar atau kecil yang disebut sebagai meringis. Reaksi orientasi terhadap bunyi seperti respons motorik, mengedip atau gerakan seperti kaget merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fungsi berbahasa pada umur 2-12 bulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada umur 2 bulan, bayi dapat mengeluarkan suara “ooo-ooo” dengan irama yang musikal. Pada umur 4 bulan, terdengar suara “agguuu-aguuu”. Pada umur 6 bulan terdengar anak dapat menggumam. Pada umur 8bulan ia dapat mengucapkan “dadada” lalu menjadi “dada” yang belum berarti, disusul “dada” yang diucapkan saat ia melihat ayahnya. “Mama” akan muncul lebih belakang. Ia dapat mengerti “Tidak boleh!” yang disertai suara nada tinggi pada umur 9 bulan. Pada umur 11 bulan ia dapat mengucapkan kata pertama yang benar, disusul kata kedua pada umur 1 tahun. Orientasi terhadap bel dapat digunakan untuk menguji kemampuan reseptif dan orientasi. Pada umur 5 bulan ia menoleh tetapi tidak menatap kepada suara. Umur 7 bulan menoleh dan menatap sumber suara. Umur 10 bulan ia mencari dan menatap sumber suara. Bel tidak dapat digunakan untuk menguji pendengaran dengan baik.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fungsi berbahasa 12-18 bulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Antara 12-15 bulan terdengar munculnya kata-kata baru sebanyak 4-6 kata. Dapat terdengar pula immature jargoning yaitu anak berbicara dalam bahasa yang aneh, atau mencoba mengucapkan kalimat berupa suara yang tidak jelas artinya. Antara 16-17 bulan, ia sudah dapat menguasai 7-20 kata jargoning menjadi lebih matang yang ditandai munculnya kata yang benar<br />
diantara kata yang tidak benar. Pada usia 18 bulan, ia dapat mengucapkan kalimat pendek yang susunannya belum benar misalnya :”Joni minta”, “Kasih joni”, “minta susu”.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Fungsi berbahasa setelah 18 bulan </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pada umur 21 bulan, perbendaharaan kata mencapai 50 kata, dan ia dapat mengucapkan kalimat terdiri dari 2 kata. Ia sudah menggunakan kata “saya”’ kamu walaupun seringkali belum tepat. Pada umur 30 bulan, kata “saya”, “kamu” sudah benar. Pada umur 3 tahun ia menguasai 250 kata dan dapat membentuk kalimat terdiri dari 3 kata. Pada umur 4 tahun ia mulai bertanya mengenai arti suatu kata, terutama yang abstrak. Ia dapat bercerita dan menggunakan kalimat terdiri dari 4-5 kata. Reseptif<br />
Bereaksi terhadap suara lahir<br />
Tersenyum sosial 5 minggu<br />
Orientasi terhadap suara 4 bulan<br />
Menoleh kepada suara bel<br />
- Fase I 5 bulan<br />
- Fase II 7 bulan<br />
- Fase III 9 bulan<br />
Mengerti perintah “Tidak boleh” 8 bulan<br />
Mengerti perintah ditambah mimik 11 bulan<br />
Mengerti perintah tanpa mimik 14 bulan<br />
Menunjuk 5 bagian badan yang disebutkan 17 bulan</p>
<p style="text-align:justify;">Ekspresif<br />
Oooo-ooo 6 minggu<br />
Guu, guuu 3 bulan a-guuu, a-guuu 4 bulan<br />
Mengoceh 4-6 bulan<br />
Dadadada (menggumam) 6 bulan<br />
Da-da tanpa arti<br />
Ma-ma tanpa arti 8 bulan<br />
Dada 10 bulan<br />
Ma-ma<br />
Kata pertama selain mama 11 bulan<br />
Kata kedua 12 bulan<br />
Kata ketiga 13 bulan<br />
4-6 kata 15 bulan<br />
7-20 kata 17 bulan<br />
Kalimat pendek 2 kata 21 bulan 50 kata<br />
Kalimat terdiri dari 2 kata 2 tahun 250 kata<br />
Kalimat terdiri dari 3 kata 3 tahun<br />
Kalimat terdiri dari 4-5 kata<br />
Bercerita Menanyakan arti suatu kata Menghitung sampai 20 4 tahun</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keterlambatan, disosiasi dan deviansi </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kemungkinan adanya kesulitan berbahasa harus difikirkan bila seorang anak terlambat mencapai tahapan unit bahasa yang sesuai untuk umurnya. Unit bahasa tersebut dapat berupa suara, kata, dan kalimat. Selanjutnya fungsi berbahasa diatur pula oleh aturan tata bahasa, yaitu bagaimana suara membentuk kata, kata membentuk kalimat yang benar dan seterusnya. Keterlambatan bicara terjadi pada 3-15% anak, dan merupakan kelainan perkembangan yang paling sering terjadi. Sebanyak 1% anak uang mengalami keterlambatan bicara tetap tidak dapat bicara. Tiga puluh persen diantara anak yang mengalami keterlambatan ringan akan sembuh sendiri, tetapi 70% diantaranya akan mengalami kesulitan berbahasa, kurang pandai atau berbagai kesulitan belajar lainnya. Kemampuan berbahasa sangat terlambat bila :</p>
<p style="text-align:justify;">* Bayi tidak mau tersenyum sosial sampai 10 minggu<br />
* Bayi tidak mengeluarkan suara sebagai jawaban pada usia 3 bulan<br />
* Tidak ada perhatian terhadap sekitar sampai usia 8 bulan<br />
* Tidak bicara sampai usia 15 bulan<br />
* Tidak mengucapkan 3-4 kata sampai usia 20 bulan</p>
<p style="text-align:justify;">Disosiasi ditandai perbedaan yang bermakna antara kecepatan perkembangan 2 fase yang berbeda. Hal ini penting untuk deteksi gangguan komunikasi, dimana fungsi bahan jelas tertinggal dari fungsi pemecahan masalah. Pada retardasi mental, keduanya terlambat sedangkan pada gangguan motorik yang disebut sebagai palsi selebral fungsi motorik terlambat dibandingkan fungsi bahasa dan pemecahan masalah. Deviansi menunjukkkan progresi berbahasa yang tidak teratur atau tidak menurut aturan yang seharusnya. Keadaan inilah yang sering lolos dari pemeriksaan. Kadang-kadang salah diagnosis sebagai kelainan jiwa. Misalnya anak berumur 15 bulan sudah mempunyai perbendaharaan kata 10-15 kata (kemampuan anak 18-20 bulan) tetapi tidak menunjukkan jargoning yang imatur (kemampuan anak 14-15 bulan) terlihat juga adanya kata yang diucapkan tetapi tidak dimengerti artinya. Pada anak prasekolah, misalnya dapat membuat kalimat 5 – 6 kata tetapi perbendaharaan baru terbatas pada 200-300 kata (kemampuan anak berumur 2,5 tahun). Deviansi yang hebat sering terlihat dan menjadi ciri autisma. Dalam keadaan ini kemampuan ekspresif lebih menonjol dibandingkan kemampuan reseptif.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Penyebab gangguan bicara dan berbahasa</strong></p>
<p style="text-align:justify;">* Redartasi mental. Redartasi mental adalah kurangnya kepandaian seorang anak dibandingkan anak lain seusianya. Redartasi mental merupakan penyebab terbanyak dari gangguan bahasa. Pada kasus redartasi mental, keterlambatan berbahasa selalu disertai keterlambatan dalam bidang pemecahan masalah visuo-motor.</p>
<p style="text-align:justify;">* Gangguan pendengaran. Anak yang mengalami gangguan pendengaran kurang mendengar pembicaraan disekitarnya. Gangguan pendengaran selalu harus difikirkan bila ada keterlambatan bicara. Pengobatan dengan pemasangan alat bantu dengar akan sangat membantu bila kelainan ini dideteksi sejak awal. Pada anak yang mengalami gangguan pendengaran tetapi kepandaian normal, perkembangan berbahasa sampai 6-9 bulan tampaknya normal dan tidak ada kemunduran. Kemudian menggumam akan hilang disusul hilangnya suara lain dan anak tampaknya sangat pendiam. Adanya kemunduran ini juga seringkali dicurigai sebagai kelainan saraf degeneratif.</p>
<p style="text-align:justify;">* Gangguan bicara karena kelainan organ bicara. Keadaan ini tidak dibahas disisni.</p>
<p style="text-align:justify;">* Gangguan berbahasa sentral adalah ketidak sanggupan untuk menggabungkan kemampuan pemecahan masalah dengankemampuan berbahasa yang selalu lebih rendah. Ia sering menggunakan mimik untuk menyatakan kehendaknya seperti pada pantomim. Pada usia sekolah, terlihat dalam bentuk kesulitan belajar.</p>
<p style="text-align:justify;">* Yang paling berat adalah autisma yang merupakan gangguan komunikasi yang paling menunjukkan deviansi. Istilah autisma digunakan untuk ciri gangguan berbahasa dan tingkah laku. Hal yang lebih mendalam tentang autisma akan dibahas oleh pembicara lain.</p>
<p style="text-align:justify;">* Mutisme selektif biasanya terlihat pada anak berumur 3-5 tahun, yang tidak mau bicara pada keadaan tertentu, misalnya di sekolah atau bila ada orang tertentu. Atau kadang-kadang ia hanya mau bicara pada orang tertentu, biasanya anak yang lebih tua. Keadaan ini lebih banyak dihubungkan dengan kelainan yang disebut sebagai neurosis atau gangguan motivasi. Keadaan ini juga ditemukan pada anak dengan gangguan komunikasi sentral dengan intelegensi yang normal atau sedikit rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">* Deprivasi. Dalam keadaan ini anak tidak mendapat rangsang yang cukup dari lingkungannya. Apakah stimulasi yang kurang akan menyebabkan gangguan berbahasa? Penelitian menunjukkan sedikit keterlambatan bicara, tetapi tidak berat. Bilamana anak yang kurang mendapat stimulasi tersebut juga mengalami kurang makan atau child abuse, maka kelainan berbahasa dapat lebih berat karena penyebabnya bukan deprivasi semata-mata tetapi juga kelainan saraf karena kurang gizi atau child abuse.</p>
<p style="text-align:justify;">* Bicara dalam 2 bahasa hanya kadang-kadang saja menyebabkan keterlambatan. Umumnya anak dapat menguasai 2 bahasa dengan mudah.</p>
<p style="text-align:justify;">* Keterlambatan fungsional: Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik, dan anak hanya mengalami gangguan dalam fungsi ekspresif: Ciri khas adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Cara membedakan berbagai keterlambatan berbahasa </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memperhatikan fungsi reseptif, ekspresif, kemampuan pemecahan masalah visuo-motor dan pola keterlambatan perkembangan, dapat diperkirakan penyebab kesulitan berbicara. Diagnosis Bahasa reseptif Bahasa ekspresif Kemampuan<br />
pemecahan masalah visuo-motor Pola perkembangan<br />
Tuli &lt; normal &lt; normal normal Disosiasi<br />
Redartasi mental &lt; normal &lt; normal &lt; normal<br />
Keterlambatan global<br />
Gangguan komunikasi sentral &lt; normal &lt; normal normal<br />
Disosiasi, deviansi<br />
Kesulitan belajar normal, normal normal,&lt; normal<br />
Disosiasi<br />
Autisma normal,&lt; normal Tampaknya normal, normal, selalu lebih baik dari bahasa Deviansi, disosiasi<br />
Mutisme elektif normal normal normal,&lt; normal<br />
Keterlambatan fungsional normal &lt; normal normal Hanya ekspresif yang terganggu</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/456/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/456/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=456&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/27/perkembangan-bahasa-pada-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Aktivitas Motorik Kasar</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/17/pentingnya-aktivitas-motorik-kasar/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/17/pentingnya-aktivitas-motorik-kasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Apr 2011 12:01:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[berinteraksi]]></category>
		<category><![CDATA[cahaya]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[Gen]]></category>
		<category><![CDATA[hormon]]></category>
		<category><![CDATA[jantung]]></category>
		<category><![CDATA[keseimbangan]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[Psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[Snow White]]></category>
		<category><![CDATA[syaraf]]></category>
		<category><![CDATA[tekanan darah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=452</guid>
		<description><![CDATA[Kedua belahan otak itu dijembatani oleh bundel “urat” syaraf yang disebut corpus collosum. Sisi kanan dan kiri tubuh saling berkoordinasi melalui jembatan ini. Aktivitas motorik kasar seperti lompat tali, memanjat, lari, serta aktivitas motorik halus macam menggambar, merenda, membuat origami, &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/17/pentingnya-aktivitas-motorik-kasar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=452&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kedua belahan otak itu dijembatani oleh bundel “urat” syaraf yang disebut corpus collosum. Sisi kanan dan kiri tubuh saling berkoordinasi melalui jembatan ini. Aktivitas motorik kasar seperti lompat tali, memanjat, lari, serta aktivitas motorik halus macam menggambar, merenda, membuat origami, dan bikin kue merupakan akitivitas penting bagi proses mielinasi C. collosum. Jalur ini memungkinkan kemampuan berpikir analitis (otak kiri) dan intuitif (otak kanan) untuk saling mempengaruhi. Sejumlah ahli neuropsikologi percaya, buruknya perkembangan jembatan ini mempengaruhi komunikasi efektif antara belahan otak kanan dan kiri. Diduga, inilah penyebab timbulnya kesulitan perhatian dan belajar pada anak.<span id="more-452"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertanyaannya kemudian, apa kerugian otak dengan menonton televisi ?</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Televisi sesungguhnya hanya memberikan informasi kepada dua indera: mata dan telinga. Padahal ketajaman visual dan pandangan tiga dimensional pada anak belum berkembang sepenuhnya sampai usia empat tahun. Gambar yang dihasilkan layar televisi itu gambar dua dimensi, tidak fokus dan kabur karena tersusun dari titik-titik sinar. Itu membuat mata anak-anak harus memaksa diri agar gambar menjadi jelas. Televisi, juga barang elektronik lain, memancarkan gelombang elektromagnetik. Maka disarankan, posisi menonton setidaknya 120 cm dari TV dan 45 cm dari layar komputer. Sistem visual yang meliputi kemampuan mencari (search out), memindai (scan), memfokus, dan mengidentifikasi apa yang masuk ke bidang pandang, terganggu oleh kegiatan menonton TV. Padahal keterampilan visual ini perlu dikembangkan dalam kaitannya dengan membaca efektif. Saat menonton, pupil mata anak tidak melebar, dan nyaris tidak ada gerakan mata yang justru penting dalam kegiatan membaca. Mata dituntut terus bergerak dari kiri ke kanan halaman saat membaca. Kemampuan untuk memusatkan perhatian juga mengandalkan sistem visual ini. Sementara itu gambar-gambar televisi yang berubah secara cepat tiap 5 – 6 detik pada kebanyakan tayangan acara dan 2 – 3 detik pada iklan, membuat otak pikir tidak punya kesempatan memproses image. Padahal otak pikir perlu 5 – 6 detik untuk memproses gambar begitu mendapat stimulus.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Sebabkan kecemasan kronis</strong><br />
Membaca buku, berjalan-jalan di alam, atau bercakap dengan orang lain – di mana anak punya kesempatan untuk merenung dan berpikir – jauh lebih mendidik daripada menonton TV. Kegiatan ini meniadakan pengalaman berharga itu. Menonton TV merupakan pekerjaan tanpa akhir, tanpa tujuan, dan tak bikin “kenyang”. Tidak seperti makan dan tidur yang bisa bikin perut kenyang dan badan tidak capek lagi, menonton TV tidak ada ujungnya. “TV membuat anak ingin terus menonton tanpa pernah merasa puas,” ungkap Susan. Bagaimana dengan Sesame Steet, misalnya? Bukankah acara itu mendidik dan di sana anak diajari cara membaca? Sesame Street dan kebanyakan acara televisi untuk anak, papar Susan, meletakkan belahan otak kiri dan sebagian belahan otak kanan ke dalam gelombang alfa (slow wave of inactivity). Televisi membius fungsi-fungsi otak pikir dan merusak keseimbangan serta interaksi antara belahan otak kiri dan kanan. Secara umum, membaca menghasilkan gelombang beta cepat dan aktif, sedangkan menonton televisi meningkatkan gelombang alfa lambat di belahan otak kiri dan kanan. Belahan kiri merupakan pusat penting dalam kegiatan membaca, menulis, dan berbicara. Otak kiri merupakan tempat di mana simbol-simbol abstrak (misalnya huruf-huruf alfabet) dikaitkan dengan bunyi. Sumber cahaya televisi yang berpendar dan bergetar diduga ada kaitannya dengan meningkatnya aktivitas gelombang lambat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Otak primitif tidak dapat membedakan mana gambar riil dan mana gambar di TV karena penglihatan merupakan tanggung jawab otak pikir. Karena itu, ketika TV menayangkan gambar-gambar close-up dan gambar-gambar bercahaya secara tiba-tiba, otak primitif bersama otak limbik segera menyiapkan respons “hadapi atau lari” dengan melepaskan hormon dan bahan kimia ke seluruh tubuh. Degup jantung dan tekanan darah naik. Darah yang mengalir ke otot-otot anggota badan meningkat, bersiap-siap menghadapi keadaan bahaya. Karena itu terjadi dalam tubuh tanpa diikuti gerakan-gerakan yang sesuai dari anggota badan, maka acara-acara TV tertentu sesungguhnya meletakkan kita ke dalam suatu keadaan stres atau kecemasan kronis. Berbagai studi menunjukkan, pada orang dewasa yang mengalami stres kronis pertumbuhan belahan otak kirinya terhenti (atrophy). Ketika otak anak dipapari rangsangan visual sekaligus suara, yang diserap hanyalah visualnya. Ilustrasi tentang fenomena ini dapat dilihat pada sekelompok anak (6 – 7 tahun) yang disuguhi tontonan video yang suaranya tidak sesuai dengan gerakan visualnya. Begitu ditanya, mereka tidak ngeh kalau suara dan gambarnya tidak klop. Itu artinya, mereka tidak menyerap isi tontonannya. Begitu pula dengan Sesame Street.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Inteligen hati</strong><br />
Namun, masih ada yang berkilah, “Apa salah memanfaatkan televisi sekadar untuk hiburan? Saya suka menonton film-film Disney macam Snow White.” Televisi memiliki efek begitu dalam terhadap kehidupan perasaan atau jiwa kita. Menonton televisi membuat kita terlepas dari kehidupan nyata. Di kursi yang nyaman di ruang yang sejuk dengan banyak makanan, kita duduk menonton para tunawisma, orang kelaparan atau menderita di layar kaca. Kita tersentuh melihat nasib mereka, tetapi tidak berbuat apa-apa. Orang boleh bilang, membaca buku pun dapat membangkitkan perasaan serupa tanpa berbuat apa-apa. Namun, menurut dr. Susan, saat sedang membaca buku (yang tidak banyak gambarnya), pikiran bisa berimajinasi dan punya kesempatan memikirkannya. Pikiran itu dapat menggiring anak kepada gagasan yang menimbulkan inspirasi untuk melakukan sesuatu. Televisi tidak begitu.” “Kita tidak akan lupa dengan apa yang pernah kita lihat. Otak limbik dihubungkan dengan memori, dan gambar di TV kita ingat entah secara sadar, tanpa sadar, atau bawah sadar. Maka, kita hampir tidak mungkin menciptakan imajinasi tentang Snow White dari buku cerita jika kita sudah pernah menonton filmnya. Sebaliknya, orang sering kecewa ketika menonton film setelah membaca bukunya. Imajinasi kita itu jauh lebih kaya daripada apa yang dapat ditunjukkan di layar film,” papar dr. Susan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketika menonton televisi, anak-anak tidak menggunakan imajinasi sama sekali. Itu berarti bagian tertentu di otak pikir untuk menciptakan gambaran (yang merupakan fondasi bagi angan-angan, intuisi, inspirasi, dan imajinasi), kurang dilatih. Kita dibekali kemampuan yang disebut heart intelligence yang perlu dikembangkan antara lain dengan berinteraksi dengan orang lain. “Kita mengalami bahasa nonverbal mereka, misalnya bagaimana ia bergerak, bagaimana nada suaranya, apakah ia menatap ke arah lain saat bicara. Inilah cara kita belajar melihat konsistensi antara isyarat verbal dan nonverbal untuk menemukan kebenaran,” jelas dr. Susan. Televisi tidak bisa mengembangkan kemampuan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.infofisioterapi.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/452/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/452/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=452&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/17/pentingnya-aktivitas-motorik-kasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mango Citrus (via Kudapan Spesial)</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/16/mango-citrus-via-kudapan-spesial/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/16/mango-citrus-via-kudapan-spesial/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Apr 2011 15:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/16/mango-citrus-via-kudapan-spesial/</guid>
		<description><![CDATA[mantab&#8230;. Bahan: 150 gr mangga (matang pohon) 2 sdm jeruk nipis 3 sdm madu 100 cc air hangat &#160; Cara membuat: Masukkan semua bahan ke dalam blender. Blender sampai halus atau + 45 detik dengan kecepatan tinggi. Sajikan &#160; Manfaat: &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/16/mango-citrus-via-kudapan-spesial/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=445&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mantab&#8230;.<br />
<blockquote cite='http://kudapanspesial.wordpress.com/?p=142' style='overflow:hidden;'>
<p><a href='http://kudapanspesial.wordpress.com/?p=142' title='Kudapan Spesial'><img src="http://img.foodnetwork.com/FOOD/2010/05/05/0041794F1_Mango-Citrus-Daiquiri--_s4x3_lg.jpg?w=134&amp;h=100" width="134" height="100" alt="Mango Citrus" class="align-left thumbnail alignleft left" style="max-width:100%;" /></a> Bahan: 150 gr mangga (matang pohon) 2 sdm jeruk nipis 3 sdm madu 100 cc air hangat &nbsp; Cara membuat: Masukkan semua bahan ke dalam blender. Blender sampai halus atau + 45 detik dengan kecepatan tinggi. Sajikan &nbsp; Manfaat: Sebagai pencegah asthma dan sesak napas. Sebagai obat influenza berat. &#8230; <a href='http://kudapanspesial.wordpress.com/?p=142' title='Kudapan Spesial'>Read More</a></p>
</blockquote>
<p><small>via <a href='http://kudapanspesial.wordpress.com/?p=142' title='Kudapan Spesial'>Kudapan Spesial</a></small></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/445/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/445/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=445&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/16/mango-citrus-via-kudapan-spesial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.foodnetwork.com/FOOD/2010/05/05/0041794F1_Mango-Citrus-Daiquiri--_s4x3_lg.jpg?w=134&#38;h=100" medium="image">
			<media:title type="html">Mango Citrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengoptimalkan Potensi Kecerdasan Balita, Harapan Bagi Anak Cedera Otak</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/13/mengoptimalkan-potensi-kecerdasan-balita-harapan-bagi-anak-cedera-otak/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/13/mengoptimalkan-potensi-kecerdasan-balita-harapan-bagi-anak-cedera-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Apr 2011 12:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[autis]]></category>
		<category><![CDATA[batang otak]]></category>
		<category><![CDATA[diagnosis]]></category>
		<category><![CDATA[dinamis]]></category>
		<category><![CDATA[ganglia]]></category>
		<category><![CDATA[genetik]]></category>
		<category><![CDATA[Intensitas]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kompetensi]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[korteks]]></category>
		<category><![CDATA[kronologis]]></category>
		<category><![CDATA[Lateralis]]></category>
		<category><![CDATA[mekanisme]]></category>
		<category><![CDATA[neuromuscular]]></category>
		<category><![CDATA[Neuron]]></category>
		<category><![CDATA[otak kecil]]></category>
		<category><![CDATA[sindrom]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[Otak manusia lebih unggul dari mahluk lain dalam kemampuan untuk belajar, bekerja dan berbahasa. Mahluk mengalami dua macam perkembangan : Filogenetik : Perkembangan dari kelompok sel, ikan, amfibi, reptile dan mamalia Ontogenetic : Perkembangan janin, bayi, dan anak. Perkembangan Ontogenetic &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/13/mengoptimalkan-potensi-kecerdasan-balita-harapan-bagi-anak-cedera-otak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=440&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Otak manusia lebih unggul dari mahluk lain dalam kemampuan untuk belajar, bekerja dan berbahasa. Mahluk mengalami dua macam perkembangan :</p>
<ol>
<li>Filogenetik : Perkembangan dari kelompok sel, ikan, amfibi, reptile dan mamalia</li>
<li>Ontogenetic : Perkembangan janin, bayi, dan anak.</li>
</ol>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan Ontogenetic Pada perkembangan ontogenetik terjadi “brain growth spurt” (laju cepat perkembangan otak) mulai usia janin 4 bulan sampai lahir umur 2 tahun. Laju perkembangan otak yang amat cepat ini secara tidak langsung dibuktikan oleh adanya penembahan berat otak janin 50 gram menjadi 400 gram waktu lahir, berkembang terus menjadi 1000 gram pada usia 18 bulan. Sel Otak Manusia Otak manusia menngandung bermilyar-milyar sel otak (sel neuron) yang tumbuh terus sampai usia 2 tahun. Setelah usia tersebut jumlah sel neuron menetap. <span id="more-440"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Namun bukan berarti pertumbuhan sel berhenti, tetapi diganti oleh perkembangan “nerve cell connection”. Sel otak terdiri dari badan sel dan cabang-cabangnya (dendrit sebagai penerima impuls dan neurit sebagai penyalur impuls dari badan sel). Dendrit-dendrit ini saling berhubungan satu dengan yang lain yang disebut sinaps. Dengan adanya sinaps ini seluruh sel neuron dapat saling berkomunikasi. Komunikasi antar sel terjadi lewat mekanisme pelepasan zat penghubung yang disebut neurotransmitter. Plastistas Otak Otak bukan organ yang statis, tetapi dinamis yang senantiasa tumbuh dan berkembang membentuk nerve cell connection (jaringan antar sel) yang baru. Pertumbuhan jaringan antar sel ini dipengaruhi oleh rangsangan atau stimulasi dari dunia luar (environment). Otak beradaptasi terhadap stimulasi lingkungan untuk menimbulkan “dendritic sprouting”.</p>
<p style="text-align:justify;">Makin banyak dan sering anak diberikan stimulasi lingkungan, makin banyak terjadi pertumbuhan jaringan antar sel (dendritic sprouting). Atau dengan kata lain ‘makin cerdas’ anak itu. Neurogenesis Neurogenesis berarti pertumbuhan sel neuron baru. Teori lama berpendapat bahwa otak memproduksi sel neuron baru sampai umur 2 tahun. Setelah itu tidak ada lagi pertumbuhan sel neuron baru, tetapi digantikan oleh pertumbuhan jaringan antar-sel yang baru (nerve sell connection). Sering disebut-sebut istilah ‘peluang emas’ untuk otak sampi berusia 2 tahun, karena periode pertumbuhan otak ini berpeluang memberikan modal jumlah sel untuk anak. Namun dengan adanya teori baru bahwa sel neuron dapat terus tumbuh sampai usia berapapun, maka peluang untuk mengoptimalkan potensi otak seolah tidak ada batasnya. Umur berapapun, stimulasi pada anak akan bermanfaat bagi peningkatan kecerdasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Proses Lateralisasi Pada perkembangan ontogenetic terjadi pula proses lateralisasi yaitu terciptanya : 1. Spesialisasi hemisfer. Artinya, anak yang fungsi belahan otak kanan dan kirinya semula hampir sama, pada proses lateralisasi verbal ini terjadi pergeseran fungsi terutama ke belahan otak kiri. Fungsi hemsfer kiri : Kemampuan komunikasi verbal, pragmatic, pola pikir logis-analitis, praktis. Kemampuan hemisfer kiri ini terutama diperoleh anak pada pendidikan formal. Fungsi hemisfer kanan : Komunikasi non-verbal, pragmatic, pola pikir intuitif, orientasi visual-spasial imaginative, spiritual, seni dan musik. Kemampuan ini diperoleh dari pendidikan non-formal, sehari-hari di luar sekolah. 2. Lateralisasi manual. Artinya, anak yang semula mempunyai kecekatan tangan kanan dan kiri hamper sama (ambidekstra) pada proses ini terjadi pergeseran kearah kanan sehingga sebagian besar anak cekat tangan kanan (right handedness). Cedera Otak Anak dengan cedera otak akan mengalami gangguan pada satu atau beberapa fungsi sensorinya dan atau gangguan fungsi motoriknya. Untuk mengetahui bagian otak yang cedera dan sejauh mana beratnya, perlu dilakukan pemeriksaan klinis (dibahas dalam makalah lain).</p>
<p style="text-align:justify;">Prinsip penanganan cedera otak adalah memberikan stimulasi pada bagian otak yang cedera sesuai keadaan secara terarah, intensif, frekuen dan cukup waktu (dibahas dalam makalah lain). Siapa yang disebut anak dengan cedera otak? Istilah lain cedera otak adalah : Kerusakan Otak, Keterbelakangan mental, Definisi Mental, Palsi Serebral, Epilepsy, Autisme, Atetosis, Hiperaktif, Gangguan Pemusatan Perhatian, Kelambatan Perkembangan, Sindroma Down. Istilah di atas merupakan kumpulan gejala atau sindrom, bukan diagnosis. Anak dapat mengalami satu gejala atau lebih dari satu gejala tersebut diatas. Yang penting untuk orang tua yang mempunyai anak yang cedera otak adalah :</p>
<p style="text-align:justify;">APA YANG DAPAT DILAKUKAN PADA ANAK CEDERA OTAK? Gesell adalah orang pertama yang mempelajari anak normal, meliputi perkembangan gerak (motorik) anak, bicara dan sosialnya. Dia yang menyatakan bahwa lantai (the floor) sebagai lapangan atletik untuk anak normal. Dia mencatat kapan anak mulai belajar gerak dan berbicara, namun tidak menjelaskan bagaemana dan mengapa anak mulai melakukan hal demikian. Itulah sebabnya Glenn Doman serta stafnya mulai mempelajari proses atau perjalanan perkembangan otak anak sejak lahir sampai anak dapat lari. “THE SEARCH FOR NORMALITY”.</p>
<p style="text-align:justify;">Lima tahap perjalanan perkembangan penting yang perlu dilalui anak adalah: Tahap 1 : Dimulai bayi lahir dapat menggerakkan anggota tubuh, namun tidak dapat berpindah tempat. Movement withot motility. Tahap 2 : Bayi belajar bergerak dengan lengan dan tungkainya serta perut menempel di lantai, yang disebut merayap (crawling). Tahap 3 : Bayi belajar menentang gaya berat dengan bergerak dengan tangan dan lututnya, yang disebut merangkak (creeping). Tahap 4 : Bayi belajat bangkit dengan tungkai bawah dan berjalan, disebut berjalan (walking). Tahap 5 : Bayi mulai mempercepat jalannya, berlari (running). Keseimbangan dan koordinasi anak bertambah baik, sehingga anak seolah-olah terbang (flies). Urutan tahap-tahap perkembangan yang hilang atau terlewat akan mengakibatkan terjadi masalah. Contoh : anak yang tidak atau kuranga lama merayap atau merangkak, berkibat keseimbangan dan koordinasi tubuh buruk, perkembangan spesialisasi belahan otak yang penting untuk berbicara, membaca, menulis, matematika akan terganggu, sehingga anak akan mengalami kesulitan belajar. Perkembangan dan pematangan otak merupakan suatu kesinambungan (continuum). Jelaslah bahwa untuk mencapai suatu tingkat perkembangan, bentuk atau struktur otak tertentu dan penghubunga antar sel otak harus utuh supaya dapat berkembang dan berfungsi dengan baik. Gangguan atau masalah system saraf yang dapat terjadi pada anak adalah : 1. masalah pada syaraf perifer seperti gangguan saraf tepi atau penghubung saraf otot (neuromuscular) atau ototnya. 2. masalah psikologis kelainan emosional, perilaku tanpa cedera otak. 3. masalah pada saraf pusat : anak dengan cedera otak. Yang akan dibahas adalah cedera otak. Cedera otak dapat terjadi kapan saja, saat pembuahan, saat bayi lahir atau setelah bayi lahir hingga dewasa. Penyebab cedera otak : 1. cedera otak akut: trauma kepala, radang otak, pendarahan otak. 2. defisiensi mental: malformasi atau kelainan bentuk otak, Sindroma Down (kelainan kromosom) 3. gangguan neurodegenerative: penyakit atau kondisi yang merusak otak secara progresif. Banyak area dalalm otak dan system saraf perlu kerja sama secara sinkron untuk menghasilkan fungsi saraf tertentu. Untuk itu perlu diketahui, Empat tingkat perkembangan otak yang esensial dan penting yaitu terbentuknya area didalam otak sehingga menghasilkan fungsi tertentu. 1. Terbentuknya batang otak awal dan sumsum tulang belakang. Tingkat ini untuk menggerakkan badan, lengan, tungkai tanpa berpindah tempat. 2. Terbentuknya batang otak dan area sub-kotikal awal. Tingkat ini berfungsi untuk merayap dengan perut (amfibi). 3. Terbentuknya otak tengah dan area sub-kortikal. Area ini merupakan area fungsional termasuk ganglia basal, thalamus, otak kecil dan hubungannya. Tingkat ini berfungsi untuk merangkak (lizard, alligator). 4. Terbentuknya korteks, yang merupakan puncak otak, sehingga anak dapat berjalan dan berlari dengan baik. Pada korteks manusia terdapat enam fungsi: a. Kemampuan untuk berjalan tegak b. Kemampuan untuk indentifikasi objek dengan peradaban c. Kemampuan untuk memahami bahasa verbal d. Kemampuan untuk berbicara e. Kemampuan untuk membaca f. Kemampuan untuk menjepit objek dengan ibu-jari dan telunjuk, sehingga anak mampu untuk menulis Bila terdapat kerusakan pada korteks, maka salah satu fungsi (fokal parsial) atau semua fungsi (total) korteks akan terganggu. Untuk menetapkan tingkat cedera otak disebut Diagnosis Neurologi Fungsional.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan memeriksa ketidakmampuan anak dapat didiagnosis di tingkat mana anak mengalami cedera otak. Sehingga dapat melatih tahap otak yang cedera supaya dapat berfungsi mandiri atau optimal dengan program neurologis yang efektif. Bukan dengan re-edukkasi otot yang lumpuh, terapi orientasi motorik yang merupakan metode klasik, atau konvensional. Fungsi otak yang normal bergantung pada integritas system sensorik (reseptif) dan system motorik (ekspresif) melalui masing-masing jalur. Rangsang dari lingkungan melalui jaliu sensorik di bagian belakang otak dan sumsum tulang belakang diterima area sensorik otak. Area motorik otak merepons melalui jalur motorik yang berada di bagian depan otak dan sumsum tulang belakang untuk melakukan aksi. Apa dapat dilakukan pada anak dengan cedera otak?</p>
<p style="text-align:justify;">Caranya dengan mempolakan gerakan: • Gerakan pola silang (menyilang garis tengah tubuh, cross pattern). Bila letak cedera di area otak tengah dan subkortikal dilatih pola silang dengan merangkak (merangsang triune brain). • Gerakan pola satu sisi (homolateral). Bila cedera di batang otak atau area subkotikal dini dilatih gerakan pola satu sisi dengan merayap. Otak menerima informasi dari lingkungannya melalui panca-indera. Terdapat lima area reseptif di otak yang vital pada manusia untuk: 1. melihat 2. merasakan 3. mendengar 4. menghirup (mencium bau) 5. mengecap, (merasakan rasa dilidah) Yang penting lainnya adalah keseimbangan, posisi, proprioseptif. Jaras sensoris maupun jaras motorik merupakan jalan-searah (one-way road), perlu saling kerjasama dan membentuk sebuah simpai yang disebut simpai sibernetik (Nobert Wiener). Pengelihatan Empat tahap anak belajar melihat : 1. Refleks cahaya (segera setelah lahir) 2. Menangkap persepsi dan membedakan berbagai derajat cahaya. 3. Dapat melihat detail suatu objek dan membedakan objek bila ada cahaya yang diarahkan ke objek. 4. Mulai dapat melihat detail orang (usia 1 tahun), lengkap pada usia 6 tahun. Melihat persepsi dalam.</p>
<p style="text-align:justify;">Kelainan pada mata: skotoma, juling atau diplopia. Perabaan, perasaan/sensasi Untuk melindungi hidyp, dapat mencagah bahaya yang merusak hidup. Empat tahap perasaan/sensasi: 1. Sensasi refleks (bulan pertama), Refleks Babinski. 2. Sensasi vital (4 minggu). Tertusuk, timbul rasa sakit, bayi menghindar. 3. Sensasi ginostik (7 bulan). Dapat membedakan hangat dari panas. Permulaan dari keseimbangan. Sensasi perabaan (tactile), anak dapat over-sensitive atau hipo-sensitive. 4. Mengenal bentuk objek tiga dimensi, persepsi dalam (1 tahun). Kelainan dapat berupa tidak mengenal tubuh. Pendengaran Empat tahap pendengaran: 1. Refleks kaget, setelah bayi lahir. Belum mengerti apa yang didengarnya. 2. Kaget dan menangis karena merasa terancam hidupnya (1 bulan) 3. Mengerti suara yang berarti (2,6 bulan). Marah dengan suara meninggi, bayi akan akan menangis walaupun belum memahami kata-kata. 4. Mengerti arti kata-kata (6-12 bulan). Empat derajat masalah sensoris pada anak cedara otak: 1. Tidak ada masukan total baik visual, auditoris atau perabaan. 2. Masukan sensoris yang minimal. Akan cacat bila tidak ditangani. 3. Masukan sensoris yang berlebihan. 4. Suasana yan kacau (chaotic)</p>
<p style="text-align:justify;">Kemampuan berbicara Kemampuan berbicara sangat penting bagi manusia. Dengan berbicara seseorang dapat mengemukakan ide, baik simbolik, merencanakan maupun abstrak. Untuk dapat berbicara anak harus dapat memahami bahasa yang digunakan. Empat tahap perkembangan bicara pada anak: 1. Tangisan lahir, segera setelah lahir. Merupakan refleks alamuah, menandakan anak hidup. Tidak bermakna untuk komunikasi. 2. Bayi dapat bersuara mnyampaikan pesan bila perlu pertolongan. 3. Bersuara yang signifikan dan bermakna. Tahap ini bertujuan walaupun tanpa kata-kata. Contoh: menyatakan gembira atau tidak senang. 4. Bayi mulai meniru suara yang didengarnya. Pada anak yang cedera otak di hemisfer kiri sebelum usia satu tahun – anak belum berbicara – sehingga bicaranya tidak berkembang disebut disfasia perkembangan. Pada orang dewasa yang mengalami stroke atau trauma kepala disebut afasia (kehilangan kemampuan berbicara dan memahami bahasa yang talah diperolehnya sebelun cedara otak). Pernafasan Kekurangan oksigen (hipoksia, anoksia) menyebabkan oran scera refleks bernafas dalam dan cepat. Biasanya didapatkan padan anak yang mempunyai rongga dada yang kurang efisien (seperti pada poliomyelitis), sehingga pemberian oksigen gagal memperbaiki jumalh oksigen ke otak.</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk itu dilakukan dengan terapi “masking” untuk memperbaiki kapasitas vital dari paru-paru, sehingga dapat memberikan oksigen ke otak yang optimal. Penanganan Sebelum diberi terapi, harus diyakini dulu bahwa: a. Cedera terletak di otak b. Otak mengontrol semua fungsi tubuh manusia, sehingga gejalanya nampak pada tubuhnya. c. Terapi dilakukan terhadap gejala yang timbul. d. Tindakan pada otak yang bermasalah akan menghilangkan gejalanya. e. Ada cara terapi yang ditujukan pada otak yang bermasalah. Prinsip penanganan: Diberikan program untuk dilakukan oleh staf atau orangrua dirumah: 1. Semua anak yang belum berjalan, tiap haru merayap dengan perut, atau merangkak di lantai. 2. Semua anak diberikan pola gerakan tertentu: bila perlu dengan bantuan. 3. Anak dengan gangguan sensoris diberikan stimulasi sensoris (integrasi sensoris). 4. Anak yang ambidekstral, artinya masih menggunakan kedua tangannya untuk aktivitas, diberikan program untuk menetapkan dominasi hemisfer. 5. Dilakukan pemeriksaan madis yang akurat untuk menerukan apakah anak memerlukan pogram masking. Perlu diingat bahwa hasil terapi tidak dapat dilihat dalam waktu singkat (instant), tapi memerlukan waktu ! Penting diketahui pula bahwa keberhasilan terapi bergantung pada frekuensi, intensitas dan lamanya program yang dilakukan orangtua pada anak. Tidak semua terapi berhasil dengan baik. PROFIL</p>
<p style="text-align:justify;">PERKEMBANGAN Profil ini yang diciptakan oleh Dr.Fay merupakan suatu masterpiece of exclusion merupakan langkah vital perkembangan manusia. Dengan profil perkembangan dapat ditentukan lebih tepat apa yang tidak mampu dilakukan anak, ditahap mana kemampuan anak cedera otak berada, sehingga dapat dibuat program secara tepat sesuai dengan kebutuhan anak dan mngukur kemajuan yang dicapai. Profil perkembangan menentukan usia neuroligis, bukan uisa kronologis. Ada enam fungsi terukur yang berbeda dan pentinga pada area korteks mana yang terganggu. Tiga fungsi kemampuan reseptif/sensoris: kemampuan membaca, memahami bicara, identifikasi dengan perabaan. Tiga fungsi kemampuan ekspresif/motorik: kemampuan berjalan , berbicara, manual (menulis). Pada profil perkembangan dapat ditentukan kompetensi sensorik dan motorik yang dicapai anak cedera otak pada usia kronologis anak pada saat dilakukan pemerikasaan. Dengan demikian dapat dibuat program penanganan untuk mencapai sasaran atau kompetensi yang diharapkan. Anak yang datang pertama kali perlu diperiksa scara akurata masing-masing kemampuan atau komptensi yang telah dicapai, ditahap perkembangan mana anak berada yaitu usia neurologisnya. Baru dapat dibuat program latihan untuk mencapai sasaran yang diharapkan pada usia kronologis tersebut. Sekali lagi program latihan harus dilakukan dengan frakuensi, intensita dan lamanya (durasi) latihan yang dilakukan oleh para otangtuanya di rumah dengan penuh kesabaran, kasih saying, dan doa kepada Tuhan YME bila ingin terjadi perbaikan pada anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.infofisioterapi.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/440/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/440/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=440&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/13/mengoptimalkan-potensi-kecerdasan-balita-harapan-bagi-anak-cedera-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tiga Tahap Perkembangan Otak</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/05/tiga-tahap-perkembangan-otak/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/05/tiga-tahap-perkembangan-otak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Apr 2011 14:06:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[enzim]]></category>
		<category><![CDATA[Etika]]></category>
		<category><![CDATA[fisik]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi tubuh]]></category>
		<category><![CDATA[Gen]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan]]></category>
		<category><![CDATA[kehendak]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[Lemak]]></category>
		<category><![CDATA[lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[motorik]]></category>
		<category><![CDATA[motorik kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Neuron]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[Otot]]></category>
		<category><![CDATA[perasaan]]></category>
		<category><![CDATA[protein]]></category>
		<category><![CDATA[rasa]]></category>
		<category><![CDATA[Saraf]]></category>
		<category><![CDATA[sel]]></category>
		<category><![CDATA[sendi]]></category>
		<category><![CDATA[stimulasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[Kemampuan anak ibarat benih yang perlu dipelihara dan dipupuk agar tumbuh dengan baik. Kalau lingkungan tidak memberikan pemeliharaan dan perlindungan terhadap rangsangan yang berlebihan, maka potensi serta kemampuan-kemampuan tertentu tidak dapat terwujud. Anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/05/tiga-tahap-perkembangan-otak/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=437&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kemampuan anak ibarat benih yang perlu dipelihara dan dipupuk agar tumbuh dengan baik. Kalau lingkungan tidak memberikan pemeliharaan dan perlindungan terhadap rangsangan yang berlebihan, maka potensi serta kemampuan-kemampuan tertentu tidak dapat terwujud. Anak dilahirkan dengan 10 miliar neuron (sel syaraf) di otaknya. Tiga tahun pertama sejak lahir merupakan periode di mana miliaran sel glial terus bertambah untuk memupuk neuron. Sel-sel syaraf ini dapat membentuk ribuan sambungan antarneuron yang disebut dendrite yang mirip sarang laba-laba, dan axon yang berbentuk memanjang. Otak anak usia 6-7 tahun besarnya dua pertiga otak orang dewasa, tapi memiliki 5-7 kali lebih banyak sambungan antarneuron daripada otak anak usia 18 bulan atau orang dewasa. Otak mereka memang punya kemampuan besar untuk menyusun ribuan sambungan antarneuron. Namun, kemampuan itu berhenti pada umur 10-11 tahun jika tidak dikembangkan atau digunakan. Saat itu enzim tertentu dilepaskan dalam otak dan melarutkan semua jalur atau “urat” syaraf (pathways) yang tidak termielinasi dengan baik (mielinasi adalah proses pembungkusan jalur syaraf dengan myelin yang berujud protein-lemak).<span id="more-437"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan otak anak yang sedang tumbuh melalui tiga tahapan, mulai dari otak primitif (action brain), otak limbik (feeling brain), dan akhirnya ke neocortex (atau disebut juga thought brain, otak pikir). Meski saling berkaitan, ketiganya punya fungsi sendiri-sendiri. Otak primitif mengatur fisik kita untuk bertahan hidup, mengelola gerak refleks, mengendalikan gerak motorik, memantau fungsi tubuh, dan memproses informasi yang masuk dari pancaindera. Saat menghadapi ancaman atau keadaan bahaya, bersama dengan otak limbik, otak primitif menyiapkan reaksi “hadapi atau lari” (fight or flight response) bagi tubuh. “Kita akan bereaksi secara fisik dan emosi lebih dulu sebelum otak pikir sempat memproses informasi,” papar dr. Susan. Otak limbik memproses emosi seperti rasa suka dan tidak suka, cinta dan benci. Otak ini sebagai penghubung otak pikir dan otak primitif. Maksudnya, otak primitif dapat diperintah mengikuti kehendak otak pikir, di saat lain otak pikir dapat “dikunci” untuk tidak melayani otak limbik dan primitif selama keadaan darurat, yang nyata maupun yang tidak.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan otak pikir, yang merupakan bentuk daya pikir tertinggi dan bagian otak yang paling objektif, menerima masukan dari otak primitif dan otak limbik. Namun, ia butuh waktu lebih banyak untuk memproses informasi, termasuk image, dari otak primitif dan otak limbik. Otak pikir juga merupakan tempat bergabungnya pengalaman, ingatan, perasaan, dan kemampuan berpikir untuk melahirkan gagasan dan tindakan. Mielinasi saraf otak berlangsung secara berurutan, mulai dari otak primitif, otak limbik, dan otak pikir. Jalur syaraf yang makin sering digunakan membuat mielin makin menebal. Makin tebal mielin, makin cepat impuls syaraf atau perjalanan sinyal sepanjang “urat” syaraf. Karena itu, anak yang sedang tumbuh dianjurkan menerima masukan dari lingkungannya sesuai dengan perkembangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di samping itu, anak juga membutuhkan pengalaman yang merangsang pancaindera. Namun, indera mereka perlu dilindungi dari rangsangan yang berlebihan karena anak-anak itu ibarat sepon. “Mereka menyerap apa saja yang dilihat, didengar, dicium, dirasakan, dan disentuh dari lingkungan mereka. Kemampuan otak mereka untuk memilah atau menyaring pengalaman rasa yang tidak menyenangkan dan berbahaya belum berkembang,” papar Susan. Rangsangan dan perkembangan indera itu pada gilirannya akan mengembangkan bagian tertentu dari otak primitif yang disebut reticular activating system (RAS). RAS ini pintu masuk di mana kesan yang ditangkap setiap indera saling berkoordinasi sebelum diteruskan ke otak pikir. RAS merupakan wilayah di otak yang membuat kita mampu memusatkan perhatian. Kurangnya stimulasi, atau sebaliknya stimulasi yang berlebihan, ditambah lagi dengan gerakan motorik kasar dan halus yang tidak berkembang secara baik, bisa menyebabkan rusaknya perhatian terhadap lingkungan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebelum anak berusia empat tahun, otak primitif dan otak limbik sudah 80% termielinasi. Setelah umur 6-7 tahun mielinasi bergeser ke otak pikir. Awalnya dari belahan otak kanan yang antara lain bertugas merespons citra visual. Ketika menonton TV, belahan otak kanan inilah yang paling dominan kerjanya. Sedangkan ketika membaca, menulis, dan berbicara, belahan otak kiri yang dominan. Tugas utama otak kiri ialah berpikir secara analitis dan menyusun argumen logis langkah demi langkah. Ia menganalisis suara dan makna bahasa (misalnya, kemampuan mencocokkan suara dengan alfabet), juga mengelola keterampilan otot halus.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber: http://www.infofisioterapi.com/tiga-tahap-perkembangan-otak.html</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/437/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/437/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=437&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/05/tiga-tahap-perkembangan-otak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Beberapa Kiat Agar Dapat Bersabar</title>
		<link>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/02/beberapa-kiat-agar-dapat-bersabar/</link>
		<comments>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/02/beberapa-kiat-agar-dapat-bersabar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Apr 2011 02:32:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indahnyabersabar</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutiara hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[keyakinan]]></category>
		<category><![CDATA[kiat sabar]]></category>
		<category><![CDATA[marah]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[taqdir]]></category>
		<category><![CDATA[yakin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indahnyabersabar.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sabar diperintahkan Allah kepada kita semua, maka Diapun adakan sebab-sebab yang membantu dan memudahkan seseorang untuk sabar. Demikian juga tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali membantu dan mengadakan sebab-sebab yang memudahkan dan membantu pelaksanaannya sebagaimana Ia tidak mentaqdirkan adanya penyakit kecuali &#8230; <a href="http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/02/beberapa-kiat-agar-dapat-bersabar/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=433&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ketika sabar diperintahkan Allah kepada kita semua, maka Diapun adakan sebab-sebab yang membantu dan memudahkan seseorang untuk sabar. Demikian juga tidaklah Allah memerintahkan sesuatu kecuali membantu dan mengadakan sebab-sebab yang memudahkan dan membantu pelaksanaannya sebagaimana Ia tidak mentaqdirkan adanya penyakit kecuali menetapkan obatnya. Sabar walaupun sulit dan tidak disukai jiwa, apalagi bila disebabkan kelakuan dan tindakan orang lain. Akan tetapi kesabaran harus ada dan diwujudkan. <span id="more-433"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ada beberapa kiat yang dapat membantu kita dalam bersabar dengan ketiga jenisnya, diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">1. Mengetahui tabiat kehidupan dunia dan kesulitan dan kesusahan yang ada disana, sebab manusia memang diciptakan berada dalam susah payah, sebagaimana firman Allah: Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah. (QS. 90:4)</p>
<p style="text-align:justify;">2. Beriman bahwa dunia seluruhnya adalah milik Allah dan Dia memberinya kepada orang yang Dia sukai dan menahannya dari orang yang disukaiNya juga.</p>
<p style="text-align:justify;">3. Mengetahui besarnya balasan dan pahala atas kesabaran tersebut. Diantaranya:</p>
<p style="text-align:justify;">a. Mendapatkan pertolongan Allah, sebagaimana firmanNya: Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. 2:249)</p>
<p style="text-align:justify;">b. Mendapatkan sholawat, rahmat dan petunjuk Allah, sebagaimana firmanNya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:”Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Rabbnya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. 2:155-157)</p>
<p style="text-align:justify;">c. Sabar adalah kunci kesuksesan seorang hamba, sebagaimana dijelaskan Allah dalam firmanNya: Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS. 3:200).</p>
<p style="text-align:justify;">4. Yakin dan percaya akan mendapatkan pemecahan dan kemudahan sebab Allah telah menjadikan dua kemudahan dalam satu kesulitan sebagai rahmat dariNya. Inilah yang difirmankan Allah: Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS. 94:5-6)</p>
<p style="text-align:justify;">5. Memohon pertolongan kepada Allah dan berlindung kepadaNya, karena Allah satu-satunya yang dapat memberikan kemudahan dan kesabaran,</p>
<p style="text-align:justify;">6. Beriman kepada ketetapan dan takdir Allah dengan meyakini semuanya yang terjadi sudah merupakan suratan takdir. Sehingga dapat bersabar menghadapi musibah yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">7. Ikhlas dan mengharapkan keridhoan Allah dalam bersabar. Hal ini dijelaskan Allah dalam firmanNya: Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Rabbnya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS.Al Ra’d 13:22)</p>
<p style="text-align:justify;">8. Mengetahui kebaikan dan manfaat yang ada dalam perintah dan keburukan yang ada dalam larangan. Ibnul Qayyim menyatakan: Apabila seorang mengetahui kebaikan yang ada pada amalan yang diperintahkan dan akibat buruk dan kejelekan yang ada pada amalan yang dilarang sebagaimana mestinya. Kemudian ditambah dengan tekad kuat dan motivasi tinggi serta harga diri maka insya Allah akan dapat bersabar dan semua kesulitan dan kesusahan menjadi mudah baginya.</p>
<p style="text-align:justify;">9. Menguatkan faktor pendukung agama dalam setiap kali menghadapi perintah, larangan dan musibah yang ada. Hal ini dapat dilakukan dengan empat perkara:</p>
<p style="text-align:justify;">a. Mengagungkan Allah yang maha mendengar dan meilhat. Seorang yang senantiasa ada di hartinya pengagungan terhadap Allah, tentunya dapat bersabar dalam melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Bagaimana Dzat yang maha agung dimaksiati padahal Dia maha melihat dan mendengar? .</p>
<p style="text-align:justify;">b. Menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, sehingga ia melaksanakan perintah dan meninggalkan kemaksiatan karen mencintai Allah. Demikian juga akan bersabar atas ujian kekasihnya. Hal ini disebabkan orang yang mencintai tentu akan menaati kekasihnya dan tidak ingin dimurkai serta dapat menahan diri atas semua ujian yang diberikan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">c. Menampakkan dan mengingat nikmat dan kebaikan Allah, sebab orang yang mulia tidak akan membalas kebaikan orang lain dengan kejelekan. Oleh karena itu mengingat nikmat dan karunia Allah dapat mencegah seseorang dari bermaksiat karena malu denganNya dan memotivasi melaksanakan perintahNya serta merasa semua musibah yang menimpanya merupakan kebaikan yang Allah karuniakan kepadanya.</p>
<p style="text-align:justify;">d. Mengingat kemarahan, kemurkaan dan balasan Allah, karena Allah akan marah bila hambaNya dan bila murka tidak ada seorangpun yang dapat menahan amarahNya. Sehingga dengan melihat sepuluh kiat dari kiat-kiat bersabar dalam tiga jenis kesabaran ini, mudah-mudahan dapat menjadikan diri kita termasuk orang-orang yang bersabar.</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sumber: http://ustadzkholid.wordpress.com</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/indahnyabersabar.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/indahnyabersabar.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=indahnyabersabar.wordpress.com&amp;blog=19684354&amp;post=433&amp;subd=indahnyabersabar&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indahnyabersabar.wordpress.com/2011/04/02/beberapa-kiat-agar-dapat-bersabar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6c694fec9056150aec4c1bae33157f00?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asyiknyaberbagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
