Sabar itu Indah

Sabar mungkin kata itu sering kita dengar dan tidak asing lagi bagi telinga kita. Sabar  adalah suatu sifat yang mulia dan sifat yang mungkin mudah kita ucapkan tapi sangat  sulit sekali kita jalankan. Kita mungkin sering berkata kepada orang lain ketika orang itu mendapatkan musibah, dengan entengnya kita mengatakan “sabar aja mas, itu semua ujian dari Allah”. Tapi seandainya hal itu menimpa kita apakah kita bisa mengamalkan sifat sabar itu. Itulah yang menjadi pertanyaan bagi kita semua sudahkah kita bisa bersabar dalam menghadapi semuanya. Jawabannya ada pada diri kita masing-masing…….cobalah renungkan…….

Sifat sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba. Dengan kesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten menjalankan ketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan.  Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di dalam tubuh.

Nah, sekarang apakah sabar itu sendiri. Banyak orang yang mendefinisikan makna sabar  inti dari kata sabar adalah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi godaan dan rintangan dalam rangka mencapai tujuan.

Setelah kita mengetahui makna sifat sabar, alangkah baiknya juga kita mengatahui macam-macam sabar. Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Sabar itu terbagi menjadi tiga macam:

  1. Bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah
  2. Bersabar untuk tidak melakukan hal-hal yang diharamkan Allah
  3. Bersabar dalam menghadapi takdir-takdir Allah yang dialaminya, berupa berbagai hal yang menyakitkan dan gangguan yang timbul di luar kekuasaan manusia ataupun yang berasal dari orang lain (Syarh Tsalatsatul Ushul, hal. 24)

Di dalam Taisir Lathifil Mannaan Syaikh As Sa’di rahimahullah menyebutkan sebab-sebab untuk menggapai berbagai cita-cita yang tinggi. Beliau menyebutkan bahwa sebab terbesar untuk bisa meraih itu semua adalah iman dan amal shalih.

Di samping itu, ada sebab-sebab lain yang merupakan bagian dari kedua perkara ini. Di antaranya adalah kesabaran. Sabar adalah sebab untuk bisa mendapatkan berbagai kebaikan dan menolak berbagai keburukan. Hal ini sebagaimana diisyaratkan oleh firman Allah ta’ala, “Dan mintalah pertolongan dengan sabar dan shalat.” (QS. Al Baqarah [2]: 45).

Yaitu mintalah pertolongan kepada Allah dengan bekal sabar dan shalat dalam menangani semua urusan kalian. Begitu pula sabar menjadi sebab hamba bisa meraih kenikmatan abadi yaitu surga. Allah ta’ala berfirman kepada penduduk surga, “Keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian.” (QS. Ar Ra’d [13] : 24).

Allah juga berfirman, “Mereka itulah orang-orang yang dibalas dengan kedudukan-kedudukan tinggi (di surga) dengan sebab kesabaran mereka.” (QS. Al Furqaan [25] : 75).

Selain itu Allah pun menjadikan sabar dan yakin sebagai sebab untuk mencapai kedudukan tertinggi yaitu kepemimpinan dalam hal agama. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala, “Dan Kami menjadikan di antara mereka (Bani Isra’il) para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan titah Kami, karena mereka mau bersabar dan meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As Sajdah [32]: 24) (Lihat Taisir Lathifil Mannaan, hal. 375)

Syaikh Zaid bin Muhammad bin Hadi Al Madkhali mengatakan, “Macam ketiga dari macam-macam kesabaran adalah Bersabar dalam menghadapi takdir dan keputusan Allah serta hukum-Nya yang terjadi pada hamba-hamba-Nya. Karena tidak ada satu gerakan pun di alam raya ini, begitu pula tidak ada suatu kejadian atau urusan melainkan Allah lah yang mentakdirkannya. Maka bersabar itu harus. Bersabar menghadapi berbagai musibah yang menimpa diri, baik yang terkait dengan nyawa, anak, harta dan lain sebagainya yang merupakan takdir yang berjalan menurut ketentuan Allah di alam semesta…” (Thariqul wushul, hal. 15-17)

Beruntunglah orang-orang yang bisa bersabar ketika tertimpa musibah, ujian dan cobaan. Karena Allah akan memberikan kemulian kepada orang-orang yang selalu bersabar.

Untuk saudara-saudaraku yang sedang mendapat ujian berupa cacat fisik marilah kita selalu senantiasa bersabar dan bersyukur karena Allah tidak memberikan suatu ujian pasti ada hikmahnya. Dan juga untuk saudara-saudaraku yang mempunyai keluarga yang kekurangan (cacat) apapun bentuknya sayangilah mereka sesungguhnya mereka itu bukan aib tapi mereka adalah salah satu kunci untuk menuju surga.

Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bersabar…………..

This entry was posted in berita, indahnya bersabar, mutiara hikmah and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s